Kamis, 27 Februari 2014

DIBALIK HUJAN DI SORE HARI

Pada hujan merintik di sore hari
Tersimpan cerita yang tak terlupakan
Terkenang kisah manis dimasa indah,
Juga kisah pahit disaat itu…

Adakah kau berharap terulang kembali?
Masa-masa indah dulu,
Yang pernah kita rajut,
Dalam seuntai benang cinta dan kasih

Walau derasnya hujan telah berubah,
Menjadi rintik-rintik kisah di sore hari
Walau langit hitam telah berubah,
Menjadi pelangi cinta diperjalanan kita

Walau kini kau telah jauh melangkah
Walau kini kau tak lagi disampingku
Adakah kau berniat untuk pergi dari hatiku?
Andai kau tahu,
Bahwa hati ini telah memilih setia
Untukmu,

Pujaan hatiku…


Dear someone,

Kenangan itu memang telah lama berlalu
Namun memori tentangmu tak bisa kulepaskan begitu saja
Rindu memang terkadang menyakiti diri sendiri
Namun hati ini masih membutuhkanmu
Menjaga ruang agar tidak kosong
Mengunci hati agar tak ada yang masuk

Indah memang saat itu
Tak bisakah kita mengulanginya lagi?
Tertawa riang…
Menangis haru…
Menyapa senyum matahari pagi…
Bersahut ria pada cicit burung dilangit biru…
Larut dalam derasnya hujan…
Melambai pada senja dikala malam telah tiba…

Hingga saat ini….
Detik ini…
Aku masih disini…
Menunggumu untuk datang padaku


Jumat, 10 Januari 2014

PUISI UNTUK IBU

Cintamu tak pernah habis oleh waktu
Kasihmu terus mengalir dalam darahku
Kehadiranmu begitu bermakna bagiku
Karena kau begitu berarti dalam hidupku

Setiap hembusan nafasmu
Adalah udara buatku
Kekuatan yang kubutuhkan
Pengorbanan yang telah kau lakukan
Setulus hati kau berikan padaku

Lewat doa-doa kepada Sang Illahi
Kau titipkan salam rindumu untukku
Kau harapkan kesuksesan buatku
Sehat selalu kau dambakan padaku

Ibu…
Walau telah habis dayamu
Walau telah kering peluhmu
Kau tak pernah mengeluh
Atas semua jerih payahmu selama ini

Ya Allah…
Hamba mohon kepadamu
Jagalah beliau
Berilah dia kebahagiaan
Karena beliau adalah

Orang yang paling berharga dalam hidupku

Minggu, 29 September 2013

SATU

Ini adalah puisi yang ditampilkan oleh kami dari BKM Musikalisasi Puisi dalam acara Inagurasi Magradika 55. Semoga para pembaca menikmati puisi ini :D

SATU

Ingatkah kau perjuangan mereka dulu?
Tiga abad berjuang tak berlalu
Tak juga tergenggam kemerdekaan itu

Merangkak mereka sendiri
Dia mati tak peduli
Darah peluh tak bisa terbagi
Benci kami menahan hati

Tombak telah diruncingkan
Badan telah ditegakkan
Apa gerangan yang kurang?

Ingatkah kau renungan mereka dulu?
Hingga nyata menyapa mata
Kekuatan yang tertahan oleh perbedaan

Mereka menggenggam satu harapan
Berlandaskan satu tujuan
Sadar bahwa senapan pun tak mempan

Mereka harus berjuang bersamaan
Dengan tekad menjadi kawan
Bergandeng tangan taklukan lawan

Barisan mulai diluruskan
Ikatan mulai dikencangkan
Derap langkah menjadi satu irama hentakan
Teriakan menjadi suara ledakan
Satukan perjuangan!

Tapi itu dulu, puluhan tahun yang lalu
Kini lihatlah realita kita
Tercerai berai bagai pasir di pantai

Berjalan sendiri tanpa peduli
Termakan ego diri sendiri
Perbedaan yang seharusnya dapat disatukan
Kini malah menjadi sumber perpecahan
Bernaung pada atap yang sama
Namun tak satu jua

Korupsi merajalela
Moral terkikis sudah biasa
Kemiskinan menyiksa rakyat jelata
Bukan ini yang mereka impikan
Bukan ini yang kita inginkan

Kawan!
Apalagi yang kau impikan?
Apalagi yang kau lamunkan?

Bangkitlah!
Bangkitlah dari keterpurukan!
Generasi bangsa tak boleh diam
Melihat keadaan negerinya yang berantakan

Kawan!
Marilah kita bergandengan tangan
Menyatukan tekad untuk kemajuan
Dalam satu kesatuan

Minggu, 18 Agustus 2013

TENTANG RASA



Kasih...
Dengarlah tangisan sedihku
Betapa asakit hatiku
Saat kau lukai diri ini

Kasih...
Dengarlah suara hatiku
Betapa sepi diriku
Saat kau tak disisi lagi

Bisakah aku melupakan dirimu
Yang telah lama menetap dihati
Yang dulu pernah warnai hari-hariku
Kini kau telah pergi menjauh dariku

Kasih...
Hanya kamu yang aku suka
Tak bisakah kau tetap disini
Selalu bersamaku?

Minggu, 02 Juni 2013

Dear My Friend(s) II


Adalah hal yang terindah bisa bertemu dan berkenalan dengan kalian semua. 
Aku merasa sangat senang dan bahagia bisa berteman dan bersahabat. 
Itu adalah sebuah takdir buatku bisa bersama dengan kalian...
Tertawa bersama...
Bermain...
Bercanda tawa...
Menangis haru...
Setelah apa yang kita lakukan dan alami selama ini seperti mimpi...

Aku pergi...
Kamu pergi...
Kita semua berpisah...
Demi menggapai semua angan dan cita-cita kita masing-masing...
Meraih impian yang telah kita inginkan sejak kecil...
Apapun itu, jangan pernah lupakan aku.
Kelak, suatu saat nanti, jika kita bertemu kembali, panggil aku. 
Aku akan merasa sangat bahagia jika kalian masih ingat aku...


Minggu, 21 April 2013

TENTANG AKU


Aku tak tahu apa yang kurasakan
Aku tak tahu bagaimana perasaanku
Aku tak tahu…
Tak pernah tahu…

Aku tak tahu apa yang ingin kukatakan
Aku tak tahu apa yang salah
Aku tak tahu apa sebabnya
Aku tak tahu, tak mau tahu…

Aku merasa hidup ini terlalu susah untuk di jalani
Aku merasa hidup ini terlalu sulit untuk ku hadapi
Aku berharap jalan yang mudah untukku
Aku hanya ingin kebahagiaan saja dihidupku

Tapi, bukan hidup namanya bila tak ada kesusahan
Bukan hidup namanya jika hanya ada kebahagian

Berkali-kali aku melangkah dan terjatuh
Berkali-kali aku menangis dan tersakiti
Tapi, berkali-kali juga aku bangkit dan tegar

Ada banyak pengalaman hidup yang kudapat
Dan kujadikan ini cerita dalam hidupku
Aku berharap aku bisa mengerti apa arti hidup ini